BBM Sudah Resmi Hadir di Android & iOS!

Selasa, 25 Maret 2014





Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, akhirnya BlackBerry meluncurkan aplikasi olah pesan andalannya yakni BlackBerry Messenger (BBM) untuk perangkat Android dan iOS.

Dilansir AllThingsD, Selasa (22/10/2013) pembuat smartphone asal Kanada itu telah resmi melepas eksklusivitas BBM ke Android dan iPhone hari ini. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BlackBerry memberlakukan antrian pendaftaran. 

Nah, bagi yang belum mengunduhnya dan ingin mencicipi BBM melalui perangkat kesayangan Anda, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan seperti dikutip oleh blog resmi BlackBerry:

Unduh BBM dari situs BBM.com melalui perangkat Android atau iOS Anda.

Setelah Anda menginstal aplikasi, buka dan masukkan alamat email Anda.

Selanjutnya, server akan mengirimkan email kepada Anda dan BBM sudah dapat digunakan.

Menurut BlackBerry, sudah ada enam juta orang yang mendaftar ke BBM.com untuk mendapatkan informasi seputar layanan mereka sejak diluncurkannya bulan lalu.

“Jika Anda belum mendaftar waktu itu, jangan khawatir. Kami akan segera hadir untuk jutaan pelanggan secepat mungkin,” ujar BlackBerry melalui blog-nya.

Sebelumnya, BlackBerry sempat melepas BBM pada bulan lalu. Akan tetapi, baru saja aplikasi itu ‘nongol’ di Android dan iPhone, tiba-tiba perusahaan harus menarik kembali aplikasi chatting itu dari si perangkat berbasis robot hijau. Alasannya, aplikasi itu sempat bocor sebelum waktunya dan menimbulkan masalah dengan server BlackBerry.

Peneliti Klaim Temukan Makhluk Hidup di Mars





CALIFORNIA - Ilmuwan telah mempelajari bagaimana mikroba bisa bertahan dalam kondisi suhu rendah. Ilmuwan juga mempelajari bagaimana mikroba merespon stres dan kondisi kerusakan.

Dilansir Tgdaily, Senin (14/10/2013), penelitian baru yang didanai NASA memungkinkan ilmuwan untuk mempelajari mikroba dalam es. Peneliti di Department of Biological Sciences LSU mencari tahu bagaimana mikroorganisme bisa bertahan hidup di permafrost atau lapisan es abadi.

Bahkan, dengan penelitian ini bisa mengarah pada kemungkinan mikroba yang bersembunyi dalam es di Mars. Brent Christner, profesor ilmu biologi dan timnya baru-baru ini mengungkap tentang perbaikan DNA pada mikroba yang terjebak dalam es.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology. Peneliti berfokus pada analisis DNA, molekul keturunan yang mengkode instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi dari semua organisme.

"Mikroba terdiri dari makromolekul yang jika beku, terkena pembusukan. Kita tahu dari berbagai reaksi spontan yang mengakibatkan kerusakan DNA," tutur peneliti.

Jenis terburuk kerusakan dikenal sebagai 'double-stranded break', di mana DNA mikroba dibelah menjadi dua bagian terpisah. Untuk membuat kromosom berfungsi, maka dua bagian terpisah itu harus dimasukkan kembali secara bersama-sama.

Christner mengatakan, kerusakan semacam ini dapat dihindari jika sel-sel tetap beku dalam lapisan es selama ribuan tahun. "Bayangkan bila mikroba dalam es untuk waktu yang lama dan DNA ini secara progresif terpotong-potong. Nantinya akan sampai pada titik saat DNA mikroba menjadi begitu rusak dan tidak lagi menjadi molekul penyimpan informasi yang layak. Apa yang tersisa adalah mayat," jelas peneliti.

Oleh karena itu, mikroba yang berada di dalam es di waktu yang lama dianggap mengerikan dan bisa menghilangkan informasi yang berharga bagi peneliti.  Namun, para peneliti mengklaim mampu menghidupkan kembali mikroba yang terkubur dalam es.

Mikroba yang terkubur dalam es ini hingga berusia ratusan ribu hingga jutaan tahun. Pada percobaan yang dilakukan Christner, dirinya mengungkap bisa menghidupkan kembali beberapa jenis bakteri yang ada di bagian bawah es Guliya di dataran tinggi Qinghan-Tibet, China Barat. Es tersebut berusia 750 ribu tahun.

Penelitian ini diharapkan bisa mengungkap apakah di Mars benar-benar memiliki potensi munculnya kehidupan melalui temuan mikroba.

Senin, 21 Oktober 2013








Pengguna tablet ternyata mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Setidaknya hal ini terungkap dalam sebuah studi yang digelar oleh Pew Internet.

DilansirSoftpedia, Senin (21/10/2013), tim dibalik studi ini melakukan pengujian terhadap 7 ribu peserta dari Amerika Serikat (AS) berusia 16 tahun ke atas. Hasilnya, 35 persen responden ternyata memiliki tablet sendiri.

Angka ini menunjukkan telah terjadi 10 persen peningkatan dibandingkan tahun lalu. Selain itu, juga terungkap bahwa tablet high-end seperti iPad lebih menjadi primadona.

Rumahtangga dengan pendapatan yang tinggi cenderung memiliki banyak tablet, termasuk eReader seperti Kindle. Kepemilikan tablet mungkin telah meningkat, tapi harga disebut tetap menjadi pertimbangan.

Copyright @ 2013 Daniel Sinaga - Blog . Designed by James William | MyBloggerLab



Thank you for visiting my blog
Batman Begins - Help Select

Follow us on Facebook