Tips Terhindar dari Kejahatan Cyber

Selasa, 25 Maret 2014






Tak bisa dipungkiri, pengguna perangkat mobile, komputer, dan  internet, rentan terhadap kejahatan cyber. Karena itu, pengguna diharapkan untuk selalu waspada terhadap berbagai ancaman cyber.

Menurut data Norton Report 2013, kerugian karena kejahatan cyber meningkat dari tahun lalu.  Tercatat, rata-rata per korban mengalami peningkatan kerugian sebesar 50 persen, dari USD197 pada 2012 menjadi USD298 pada tahun ini.

Untuk membantu pengguna terhindari dari kejahatan cyber, Symantec memberikan sejumlah tips untuk melindungi informasi penting. Berikut tujuh tips dalam melindungi informasi dari kejahatan cyber:

1.Lindungi data: Rangkaian perlindungan yang komprehensif memberikan perlindungan kuat terhadap ancaman di dunia online. Salah satu solusi keamanan yang bisa digunakan untuk melindungi PC, smartphone, dan tablet yaitu Norton 360 Muli-Device.

2.Perlakukan perangkat mobile seperti komputer mini: Perangkat mobile adalah target yang paling cepat tumbuh bagi para penjahat cyber. Pastikan perangkat mobile menggunakan password dan lakukan tindakan preventif untuk memastikan perangkat aman dari dari pencurian, kehilangan, dan kejahatan cyber.

3.Waspadai layanan cloud: Walaupun solusi penyimpanan berbasis komputasi awan memudahkan penyimpanan dan berbagai file, solusi ini juga membuka kesempatan untuk serangan virus. Hati-hati dengan orang lain yang biasa mengakses data Anda, serta jika memungkinkan sebaiknya gunakan solusi yang sudah dilengkapi dengan sistem keamanan.

4.Lakukan transaksi penting dengan koneksi yang aman: Jaringan tidak berbayar dan jaringan WiFi yang tidak aman memudahkan pencuri untuk melihat kegiatan Anda secara diam-diam. Hindari melakukan transaksi penting seperti transaksi perbankan atau berbelanja ketika sedang terhubung dengan jaringan tersebut, atau gunakan klien VPN personal.

5.Setelah terkoneksi, lakukan pemeriksaan ulang: Cek statement kartu kredit dan bank secara teratur untuk melihat apabila ada transaksi mencurigakan atau penipuan, lalu laporkan aktivitas mencurigakan kepada provider dan pihak berwajib.

6.Gunakan password yang kuat: buatlah password rumit yang terdiri dari kombinasi huruf kecil, kapital, angka, dan simbol. Selain itu, ganti password secara berkala.

Anda dapat menggunakan pengelola password gratis seperti Norton Identity Safe, untuk mengurangi kerumitan dalam mengingat password, sekaligus menjagat keamanan informasi personal.

7.Amankan jejaring sosial: Jangan asal meng-klik tautan yang ada di jejaring sosial dan hindari berbagai konten kurang terpercaya, yang terlihat sensasional dengan judul atraktif.

Symantec menyarankan Norton Safe Web for Facebook untuk memindai news feed dari berbagai tautan berbahaya.

Kejahatan Cyber Hantui Pengguna Smartphone & Jejaring Sosial

Minggu, 20 Oktober 2013




Symantec merilis Norton Report 2013 untuk memahami cara kejahatan cyber mempengaruhi konsumen, cara penerapan dan evolusi teknologi baru berdampak pada keamanan masyarakat. 

Dari laporan ini terungkap bahwa pengguna perangkat mobile, jejaring sosial, dan WiFi di area umun, merupakan target para penjahat cyber.

Norton Report 2013 mengungkapkan bahwa 41 persen responden mengalami kejahatan cyber dalam 12 bulan terakhir. Symantec melakukan studi di 24 negara dengan 13 ribu responden berusia 18-64 tahun.

Dari laporan diketahui bahwa perangkat mobile yakni smartphone dan tablet juga menjadi medium bagi para penjahat cyber melakukan aksinya. 63 persen responden diketahui memiliki smartphone dan 30 persen tablet.

38 persen dari pengguna smartphone pernah mengalami kejahatan cyber, tapi sayangnya hanya 33 persen diantaranya yang memiliki software keamanan gratis. Sedangkan pengguna tablet yang memiliki software keamanan lebih tinggi yakni 42 persen.

Secara keseluruhan, 57 persen pengguna perangkat mobile tidak peduli tentang solusi keamanan. Selain itu, kelalaian pengguna jejaring sosial juga bisa menyebabkan timbulnya kejahatan cyber. 

Pasalnya, 39 persen pengguna jejaring sosial tidak me-log out akun mereka, 25 persen memberitahu password kepada orang lain, dan 31 persen berteman dengan orang asing.

"Jejaring sosial, terutama Facebook sangat terkenal, termasuk di Indonesia. Tapi disana (jejaring sosial) juga banyak ancaman cyber, karena itu kita harus waspada, seperti harus berhati-hati dengan password," tutur Product Marketing Manager, Consumer & Small Business Asia Regional Marketing Symantec Philip Routley di Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Kejahatan cyber di jejaring sosial, misalnya, ditemukan cukup banyak akun Facebook palsu dan penipuan lainnya untuk menghasilkan uang. "Penjahat cyber sekarang lebih pintar, kalau dulu kita bisa langsung tahu, tapi sekarang setelah ada korban baru kita tahu," jelas Consumer Sales Manager Symantec Indonesia Rita Nurtika.

Pengguna internet juga harus berhati-hati menggunakan WiFi di area umum. Sangat ditekankan untuk tidak menggunakan informasi pribadi dan penting saat menggunakan WiFi di area umum, karena bisa menjadi incaran para penjahat cyber.

Sayangnya, 59 persen orang dewasa justru menggunakan WiFi umum dan tak aman. Selain itu juga diketahui 54 persen mengakses email, 56 persen mengakses jejaring sosial, 29 persen belanja online, dan 29 persen mengakses akun bank menggunakan WiFi di area umum dan tidak aman

Copyright @ 2013 Daniel Sinaga - Blog . Designed by James William | MyBloggerLab



Thank you for visiting my blog
Batman Begins - Help Select

Follow us on Facebook